Salah satu wisata bersejarah yang ada di Bali adalah Istana Tampaksiring. Dalam dunia wisata, Provinsi Bali adalah salah satu area yang memiliki banyak tempat wisata, sehingga tidak heran jika Bali ini kerap disebut oleh wisatawan dengan sebutan surganya wisata di Indonesia. Baik itu wisata alam, wisata bahari, wisata kuliner, ataupun wisata yang bersejarah.
Wisata sejarah ini memiliki beberapa tempat yang disuguhkan, antara lain adanya bangunan kuno dengan suasana yang sejuk serta jauh dari keramaian kota Gianyar. Kondisi ini dapat meningkatkan rasa kegembiraan, kepuasan serta ketenangan dalam berwisata. Sehingga wisata ini amat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan dengan cara yang berbeda.
Istana Tampaksiring juga memiliki nilai sejarah yang amat tinggi, mulai dari asal mula berdirinya istana ini serta fungsi dari adanya istana ini. Sehingga wisata bersejarah ini juga amat cocok untuk dinikmati bersama keluarga tercinta serta buah hati tersayang. Hal ini dikarenakan sang buah hati akan merasa teredukasi dan mengenal sejarah dengan adanya wisata ini.

Sejarah Pembangunan Istana Tampaksiring
Istana Tampaksiring dibangun atas prakarsa Presiden Soekarno pada pertengahan tahun 1950-an sebagai tempat peristirahatan sekaligus penginapan bagi tamu negara. Lokasinya sengaja dipilih di kawasan Tampaksiring karena dianggap memiliki energi spiritual yang kuat, mengingat letaknya yang berdekatan dengan Pura Tirta Empul yang disucikan masyarakat Hindu Bali.
Fungsi Istana hingga Kini
Hingga saat ini, Istana Tampaksiring masih berfungsi sebagai salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia yang digunakan untuk menerima kunjungan kenegaraan maupun sebagai tempat peristirahatan presiden. Karena statusnya sebagai bangunan negara aktif, sebagian area istana tidak selalu terbuka untuk umum.
Arsitektur dan Bangunan di Kompleks Istana
Kompleks Istana Tampaksiring terdiri dari beberapa gedung utama yang memadukan arsitektur modern dengan sentuhan khas Bali, dikelilingi taman yang tertata rapi dan pemandangan lembah hijau yang menyejukkan mata. Suasana yang tenang dan asri membuat kompleks ini terasa berbeda dari istana kepresidenan lainnya di Indonesia.
Akses dan Aturan Kunjungan
Karena berstatus sebagai bangunan negara, kunjungan ke area tertentu Istana Tampaksiring terkadang memerlukan izin khusus atau hanya dibuka pada periode tertentu. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu ketersediaan akses kunjungan kepada penyedia jasa wisata sebelum memasukkan lokasi ini ke dalam itinerary Anda.
Kombinasi dengan Tirta Empul dan Gunung Kawi
Karena lokasinya berdekatan, banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ke Istana Tampaksiring dengan Pura Tirta Empul dan Candi Gunung Kawi dalam satu rangkaian paket tour Bali bertema sejarah dan budaya.
Ingin menjelajahi Istana Tampaksiring dan situs bersejarah lain di Gianyar bersama pemandu berpengalaman? Hubungi Kuta Bali Tour untuk konsultasi gratis via WhatsApp.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu pembangunan Istana Tampaksiring?
Istana ini dibangun selama kurang lebih 6 tahun, mulai tahun 1957 hingga 1963, dengan arsitek R.M Soedarsono.
Berapa biaya masuk ke Istana Tampaksiring?
Wisatawan tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis untuk menikmati keindahan dan suasana di Istana Tampaksiring.
Apakah Istana Tampaksiring cocok dikunjungi bersama keluarga?
Ya, wisata bersejarah ini cocok dinikmati bersama keluarga karena selain menyuguhkan pemandangan indah, anak-anak juga bisa belajar sejarah dan mengenal Candi Gunung Kawi yang berada di dalam kompleks istana.
Ada berapa gedung utama di Istana Tampaksiring?
Terdapat empat gedung utama, yaitu Wisma Merdeka, Wisma Yudhistira, Wisma Negara, dan Wisma Bima, dengan Wisma Merdeka sebagai bangunan yang paling luas.
