Pernahkah Anda membayangkan sebuah desa tradisional di Bali yang masih teguh menjaga warisan budayanya? Desa Penglipuran Bali, terletak di Bangli, Bali, adalah jawabannya.
Dijuluki sebagai “desa terbersih di dunia”, Penglipuran menawarkan pesona budaya yang unik dan keramahan penduduknya yang tak terlupakan.
Desa Penglipuran bagaikan gerbang waktu yang membawa Anda kembali ke masa lampau. Arsitektur tradisionalnya yang khas, dengan rumah-rumah bambu yang tertata rapi dan jalan setapak yang bersih, memberikan nuansa pedesaan yang asri dan damai.
Keindahan alamnya pun tak kalah memukau, dengan hamparan sawah hijau yang luas dan panorama Gunung Agung yang menawan.

Sejarah dan Filosofi Tata Ruang Desa Penglipuran
Desa Penglipuran menerapkan konsep tata ruang tradisional Bali yang disebut Tri Mandala, membagi wilayah desa menjadi area suci (utama mandala), area pemukiman (madya mandala), dan area kuburan atau setra (nista mandala). Struktur ini bukan hanya soal estetika, tetapi mencerminkan filosofi keseimbangan hidup masyarakat Bali antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Keunikan Arsitektur Rumah Bambu
Setiap rumah di Desa Penglipuran memiliki gerbang masuk atau angkul-angkul yang hampir seragam bentuknya, terbuat dari bambu dan batu bata alami tanpa cat mencolok. Keseragaman ini bukan kebetulan, melainkan aturan adat yang dijaga ketat oleh warga secara turun-temurun demi mempertahankan identitas visual desa.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Penglipuran
- Berjalan menyusuri jalan utama desa yang bebas kendaraan bermotor
- Mencicipi loloh cemcem, minuman tradisional khas desa ini
- Berbincang dengan warga lokal mengenai kehidupan sehari-hari
- Berfoto di hutan bambu yang berada di ujung desa
Menggabungkan Kunjungan dengan Kintamani dan Gunung Batur
Karena lokasinya berada di Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran sering dijadikan satu rangkaian perjalanan dengan Kintamani dan pemandangan Gunung Batur yang tidak jauh dari sana. Kombinasi ini memberi pengalaman menyeluruh, mulai dari budaya desa tradisional hingga panorama gunung berapi yang megah dalam satu hari perjalanan.
Etika Berkunjung ke Desa Penglipuran
Sebagai desa adat yang masih dihuni penduduk asli, penting untuk menghormati privasi warga, tidak masuk ke rumah tanpa izin, serta mengenakan pakaian yang sopan. Menjaga kebersihan juga menjadi hal utama mengingat desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Ingin memasukkan Desa Penglipuran Bali ke dalam itinerary liburan Anda? Hubungi Kuta Bali Tour untuk konsultasi gratis dan gabungkan kunjungan ini dengan destinasi menarik lain di kawasan Bangli dan Kintamani.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa Desa Penglipuran dijuluki desa terbersih di dunia?
Julukan ini muncul karena tata ruang desa yang rapi, kebersihan jalan setapak yang terjaga, serta kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan dan arsitektur tradisional rumah bambu mereka.
Di mana lokasi Desa Penglipuran dan bagaimana cara menuju ke sana?
Desa Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli, Bali, dan dapat dijangkau dengan taksi dari Bandara Internasional Ngurah Rai, bus umum, atau menyewa motor maupun mobil.
Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Desa Penglipuran?
Pengunjung bisa menjelajahi desa dengan berjalan kaki, mengikuti kelas membatik, mencicipi kuliner tradisional, menonton pertunjukan seni, dan berbelanja souvenir khas seperti kain tenun dan kerajinan bambu.
Apa yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Desa Penglipuran?
Jaga ketenangan karena ini adalah desa yang tenang dan damai, mintalah izin sebelum memotret penduduk, bersikap ramah, dan siapkan pakaian sopan serta uang tunai karena tidak semua tempat menerima kartu kredit.
