Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa wisata yang unik dengan struktur arsitektur tradisional yang sama. Karena kesatuan model arsitektur, Desa Penglipuran sangat terkenal di Bali bahkan di dunia.
Desa Wisata Penglipuran mempertahankan sistem Tri Hita Karana, yang selalu menjaga dan melindungi alam sekitar. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal wajib yang harus dijaga oleh masyarakat Desa Penglipuran.
Lokasi dan Akses Menuju Penglipuran
Desa Penglipuran terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, sekitar 1,5-2 jam berkendara dari kawasan Kuta atau Denpasar. Rute menuju desa ini biasanya melewati Ubud, sehingga banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ke Penglipuran dengan destinasi lain di Bangli seperti Kintamani dan kawasan Gunung Batur dalam satu hari perjalanan.
Keunikan Arsitektur dan Tata Ruang
Salah satu daya tarik utama Penglipuran adalah keseragaman bentuk gapura (angkul-angkul) di depan setiap rumah, yang dibangun dengan material dan gaya yang sama sesuai aturan adat setempat. Jalan utama desa berbentuk memanjang dengan pembagian area yang jelas antara zona suci (utama mandala), zona hunian (madya mandala), dan zona kuburan (nista mandala), mencerminkan filosofi tata ruang tradisional Bali.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Berjalan kaki menyusuri jalan utama desa yang bersih dan asri sambil mengamati arsitektur rumah tradisional.
- Mencicipi loloh cemcem, minuman herbal khas Penglipuran yang dijual di beberapa rumah warga.
- Berbincang dengan penduduk lokal untuk mengenal lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat adat.
- Berfoto di hutan bambu yang berada tidak jauh dari pintu masuk desa.
Tips Berkunjung
Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman untuk berjalan kaki karena sebagian besar area desa dijelajahi dengan berjalan. Hormati aturan adat setempat, seperti tidak memasuki area yang ditandai khusus untuk upacara, dan selalu minta izin sebelum memotret warga secara close-up. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga siang hari saat desa masih sejuk dan tidak terlalu ramai.
Menggabungkan Penglipuran dengan Destinasi Lain di Bangli
Karena letaknya berdekatan dengan kawasan Kintamani dan Gunung Batur, banyak wisatawan menjadikan Desa Penglipuran sebagai persinggahan singkat sebelum atau sesudah menikmati pemandangan kaldera Batur. Rute ini juga bisa dipadukan dengan kunjungan ke air terjun-air terjun di Bangli seperti Tukad Cepung, sehingga satu hari perjalanan Anda bisa mencakup wisata budaya sekaligus wisata alam.
Rencanakan Kunjungan Anda Bersama Kuta Bali Tour
Ingin menjelajahi destinasi ini dengan nyaman tanpa repot memikirkan rute, parkir, atau transportasi? Tim Kuta Bali Tour siap mengatur perjalanan Anda dengan mobil ber-AC dan driver profesional yang menguasai medan setempat. Hubungi kami untuk konsultasi gratis via WhatsApp dan dapatkan rekomendasi itinerary sesuai kebutuhan Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga tiket masuk Desa Wisata Penglipuran?
Untuk wisatawan domestik dewasa 25.000 dan anak-anak 15.000, sedangkan wisatawan asing dewasa 50.000 dan anak-anak 30.000.
Berapa lama waktu tempuh dari Ubud ke Desa Penglipuran?
Sekitar 45 menit berkendara dari pusat kota Ubud, atau sekitar 30 menit dari kawasan wisata Kintamani.
Apakah ada aturan berpakaian saat berkunjung?
Sebagai desa adat, pengunjung diharapkan mengenakan pakaian yang pantas dan bersikap sopan, termasuk meminta izin sebelum memotret warga atau memasuki area privat rumah penduduk.

