← Kembali ke Blog

Candi Gunung Kawi: Situs Purbakala Bersejarah di Bali

candi gunung kawi
Daftar Isi
  1. Sepuluh Candi Tebing yang Membentuk Kompleks Gunung Kawi
  2. Arsitektur Unik Candi Tebing
  3. Rute dan Akses Menuju Gunung Kawi
  4. Etika Berkunjung ke Situs Suci
  5. Menggabungkan dengan Tirta Empul dan Istana Tampaksiring

Bali memiliki segudang wisata serta situs purbakala yang masih dilindungi sampai saat ini, sehingga menjadikan Bali bukan hanya tujuan berwisata saja melainkan juga berwisata sambil belajar dan berwisata edukasi bagi para siswa tentang peninggalan-peninggalan masyarakat Bali terdahulu. Salah satunya adalah Candi Gunung Kawi yang berlokasi di Dusun Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Candi Gunung Kawi yang dipahat pada dinding batu cadas di tepi Sungai Pakerisan
Candi Gunung Kawi, dipahat langsung pada dinding batu cadas di tepi Sungai Pakerisan, Tampaksiring.

Candi Gunung Kawi atau candi tebing kawi merupakan candi yang begitu unik karena candi ini dipahat dengan rapi di dinding batu cadas pada tepian sungai yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar bernama Sungai Pakerisan. Candi ini diperkirakan telah dibangun pada pertengahan abad ke-11 masehi pada masa Dinasti Udayana.

Pembangunan candi ini diperkirakan dimulai pada masa pemerintahan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (944-948 Saka/1025-1049 M) dan berakhir pada pemerintahan Raja Anak Wungsu (971-999 Saka/1049-1080 M).

Sepuluh Candi Tebing yang Membentuk Kompleks Gunung Kawi

Kompleks Candi Gunung Kawi terdiri dari sepuluh candi tebing atau yang biasa disebut candi relief, terbagi menjadi dua kelompok besar yang dipisahkan oleh aliran Sungai Pakerisan. Lima candi berada di sisi barat sungai yang dipercaya melambangkan Raja Udayana beserta permaisurinya, sementara lima candi lainnya berada di sisi timur. Setiap candi berbentuk relung menyerupai fasad candi Jawa Timuran, dipahat langsung pada tebing batu padas setinggi sekitar 7 meter.

Arsitektur Unik Candi Tebing

Keunikan Candi Gunung Kawi terletak pada teknik pembuatannya yang tidak menyusun batu seperti candi pada umumnya, melainkan memahat langsung ke dinding tebing alami. Teknik ini jarang ditemukan di tempat lain di Bali dan menjadikan Gunung Kawi sebagai salah satu monumen megalitik-Hindu tertua yang masih terjaga bentuknya hingga kini.

Rute dan Akses Menuju Gunung Kawi

Dari pusat Ubud, perjalanan menuju Gunung Kawi memakan waktu sekitar 30-40 menit. Setibanya di area parkir, pengunjung perlu menuruni sekitar 300 anak tangga yang diapit sawah berundak dan pepohonan rindang sebelum tiba di kompleks candi. Meski cukup melelahkan, pemandangan di sepanjang jalan turun menjadi daya tarik tersendiri, dan perjalanan pulang menaiki tangga yang sama sebaiknya dilakukan dengan santai sambil membawa air minum.

Etika Berkunjung ke Situs Suci

  • Kenakan kain dan selendang yang biasanya disediakan di pintu masuk sebagai bentuk penghormatan.
  • Jaga sikap dan volume suara karena kawasan ini masih digunakan untuk kegiatan spiritual oleh masyarakat setempat.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman karena tangga cukup curam dan licin saat musim hujan.

Menggabungkan dengan Tirta Empul dan Istana Tampaksiring

Karena lokasinya berdekatan, Candi Gunung Kawi sering dipadukan dalam satu rute wisata sejarah bersama Pura Tirta Empul dan Istana Tampaksiring. Kombinasi ini cocok dimasukkan ke dalam paket tour Bali bertema budaya dan sejarah selama satu hari penuh.

Ingin menjelajahi Candi Gunung Kawi dan situs bersejarah lain di Gianyar dengan nyaman? Hubungi Kuta Bali Tour untuk konsultasi gratis via WhatsApp dan susun itinerary wisata sejarah sesuai keinginan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Di mana lokasi Candi Gunung Kawi?

Candi Gunung Kawi berlokasi di Dusun Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali, di tepi Sungai Pakerisan.

Berapa jumlah candi di kompleks Gunung Kawi?

Terdapat sepuluh candi yang tersebar di tiga titik: lima candi di sisi timur Sungai Pakerisan, empat candi berjejer di sisi barat, dan satu candi terpisah sekitar 200 meter dari kelompok sisi barat.

Apa yang perlu disiapkan sebelum berkunjung?

Kenakan alas kaki yang nyaman, pastikan kondisi fisik cukup baik untuk menuruni dan menaiki anak tangga yang panjang, serta bawa air minum, payung, atau topi.

Apakah Candi Gunung Kawi cocok untuk wisata keluarga atau honeymoon?

Ya, tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin memperkenalkan sejarah Bali kepada anak-anak, sekaligus cocok bagi pasangan yang menikmati paket honeymoon Bali dan mencari suasana tenang jauh dari keramaian.

Ditulis oleh Kuta Bali Tour

Tim Penyusun Content & Local Specialist Kuta Bali Tour.

Rencanakan Liburan Anda

Siap Berangkat ke Bali?

Lihat paket tour siap pakai kami, atau ceritakan rencana Anda — kami bantu susunkan.

Lihat Paket Tour Kami Chat via WhatsApp
Scroll to Top