Hampir semua orang tidak pernah ragu akan keindahan dan keunikan wisata dan budaya Bali. Namun, bukan hanya panorama alamnya yang memikat hati para wisatawan, budaya dan kesenian tradisional Bali juga menjadi daya tarik utama yang membuat jutaan orang datang ke Pulau Dewata setiap tahunnya.
Selain dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali juga terkenal dengan adat istiadat yang kuat dan tradisi yang masih dijaga turun-temurun. Salah satu kesenian tradisional yang hingga kini tetap dilestarikan adalah Tari Barong dan Keris Dance — sebuah pertunjukan tari klasik yang sarat makna, menggambarkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan.

Barong dan Keris Dance: Makna dan Filosofi
Tari Barong Bali bukan sekadar tarian hiburan. Ia adalah seni sakral yang mengandung nilai spiritual tinggi bagi masyarakat Bali. Barong sendiri merupakan simbol kebaikan, pelindung umat manusia dari roh jahat. Sementara Rangda melambangkan kekuatan jahat yang menimbulkan penyakit, kekacauan, dan bencana.
Dalam setiap pertunjukan, kedua tokoh ini saling berhadapan dalam pertempuran yang tiada akhir. Filosofinya sangat dalam — mengajarkan bahwa kebaikan dan kejahatan akan selalu berdampingan dalam kehidupan, dan keseimbangan keduanya harus dijaga agar dunia tetap harmonis.
Sejarah dan Asal Usul Tari Barong
Tari Barong dipercaya sudah ada sejak zaman pra-Hindu di Bali. Kata Barong berasal dari kata Bahruang dalam bahasa Bali kuno, yang berarti beruang. Namun, dalam perkembangannya, wujud Barong disesuaikan dengan karakter binatang mistis yang menjadi simbol pelindung desa.
Setiap daerah di Bali memiliki jenis Barong berbeda, seperti:
- Barong Ket – paling umum dan menggambarkan perpaduan singa, harimau, dan naga.
- Barong Bangkal – berwujud babi hutan.
- Barong Landung – melambangkan raksasa laki-laki dan perempuan.
- Barong Macan – berwujud harimau.
- Barong Asu – berwujud anjing.
Namun, yang paling populer dan sering ditampilkan kepada wisatawan adalah Barong Ket, karena mengandung cerita moral yang universal tentang peperangan antara kebaikan dan kejahatan.
Kisah di Balik Tarian Barong dan Keris Dance
Cerita dalam Tari Barong dan Keris Dance berakar dari kisah klasik Pangeran Sahadewa, salah satu putra Dewi Kunti dari keluarga Pandawa. Dikisahkan bahwa Dewi Durga, istri Dewa Siwa, memengaruhi Dewi Kunti agar mempersembahkan putranya kepada dirinya. Karena tipu daya itu, Dewi Kunti menyetujui dan mengikat Sahadewa di bawah pohon besar untuk dipersembahkan.
Namun, Dewa Wisnu turun tangan dan memberikan anugerah kepada Sahadewa agar tidak bisa dibunuh. Ketika Dewi Durga datang untuk mengambil nyawa Sahadewa, usahanya gagal. Muridnya, Kalika, pun turun tangan dan menjelma menjadi berbagai wujud — mulai dari babi hutan, burung raksasa (paksi), hingga akhirnya berubah menjadi Rangda, sosok raksasa perempuan berwajah menyeramkan dengan taring panjang dan rambut menjuntai hingga tanah.
Untuk menandingi kekuatan Rangda, Sahadewa menjelma menjadi Barong, pelindung rakyat. Pertempuran besar pun terjadi antara Barong dan Rangda — simbol pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan.
Namun, tak ada yang menang maupun kalah. Pertarungan itu menunjukkan keseimbangan hidup, bahwa tidak ada kebaikan tanpa kejahatan, dan sebaliknya. Inilah inti filosofi kehidupan dalam kepercayaan masyarakat Bali.
Aksi Spektakuler Tari Keris
Pertunjukan Tari Barong dan Keris Dance biasanya diakhiri dengan adegan dramatis para prajurit yang berada di bawah pengaruh Rangda. Mereka menghunus keris dan mencoba menusukkan ke dada mereka sendiri, namun tidak ada satupun yang terluka.
Hal ini dipercaya karena tubuh mereka sudah dirasuki oleh roh pelindung Barong yang membuat mereka kebal. Adegan ini menjadi momen paling menegangkan sekaligus magis dalam pertunjukan, dan membuat para penonton terpukau dengan energi spiritual yang terasa begitu kuat.
Lokasi Pertunjukan Tari Barong di Bali
Untuk wisatawan yang ingin menyaksikan Tari Barong dan Keris Dance secara langsung, pertunjukan ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Bali, antara lain:
| Lokasi | Waktu Pertunjukan | Keterangan |
|---|---|---|
| Desa Batubulan, Gianyar | 09.30 WITA | Lokasi paling terkenal, pertunjukan setiap pagi |
| Ubud Palace (Puri Saren Agung) | Malam hari | Digelar dengan latar suasana tradisional |
| Garuda Wisnu Kencana (GWK) | Acara budaya tertentu | Kadang menampilkan versi modern Barong Dance |
Harga tiket untuk menonton Tari Barong di Batubulan berkisar antara Rp 100.000–150.000 per orang, dan sudah termasuk tempat duduk di panggung terbuka.
Nilai Spiritual dan Budaya
Tari Barong bukan hanya sebuah hiburan, tetapi juga ritual spiritual. Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan upacara kecil untuk memohon restu kepada para dewa agar pementasan berjalan lancar. Para penari juga melakukan doa khusus dan tidak sembarangan mengenakan kostum Barong, karena dipercaya memiliki energi suci.
Bagi masyarakat Bali, Barong adalah penjaga desa dan simbol pelindung dari kekuatan jahat. Dalam upacara keagamaan tertentu, Barong akan diarak keliling desa sebagai bagian dari ritual tolak bala.
Menikmati Budaya Bali Lewat Pertunjukan Barong
Bali tidak hanya menawarkan pantai, gunung, atau keindahan villa yang mewah. Pulau ini juga kaya akan budaya dan kesenian tradisional yang sarat makna spiritual.
Menyaksikan Tari Barong dan Keris Dance akan memberikan pengalaman berbeda, membawa Anda lebih dekat dengan jiwa dan filosofi kehidupan masyarakat Bali. Jika Anda berencana berlibur ke Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk menonton pertunjukan ini.
Anda bisa mengatur jadwal menonton Barong Dance melalui paket tour budaya Bali yang disediakan oleh agen wisata seperti Kuta Bali Tour.
Selain menikmati tarian khas ini, Anda juga dapat memilih berbagai paket wisata seperti Paket Honeymoon Bali, Paket Tour Bali untuk perusahaan, komunitas atau lainya atau Paket Family Tour yang siap menemani perjalanan Anda menikmati keindahan dan budaya Bali secara menyeluruh.
Pertanyaan Seputar Tari Barong dan Keris Dance
Jam berapa pertunjukan Tari Barong di Batubulan dimulai?
Pertunjukan Tari Barong di Desa Batubulan, Gianyar biasanya digelar setiap pagi pukul 09.30 WITA.
Berapa harga tiket menonton Tari Barong di Batubulan?
Harga tiket berkisar antara Rp 100.000–150.000 per orang, sudah termasuk tempat duduk di panggung terbuka.
Apa perbedaan Barong Ket dengan jenis Barong lainnya?
Barong Ket adalah jenis yang paling umum dan paling sering ditampilkan untuk wisatawan, menggambarkan perpaduan wujud singa, harimau, dan naga, sementara jenis lain seperti Barong Bangkal atau Barong Macan mewakili wujud binatang tertentu sesuai tradisi daerah masing-masing.
Apakah Tari Barong hanya bisa ditonton di Batubulan?
Tidak, selain di Batubulan, pertunjukan Tari Barong dan Keris Dance juga bisa disaksikan di Ubud Palace pada malam hari, dan sesekali ditampilkan dalam versi modern di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

