Bali memiliki segudang wisata serta situs purbakala yang masih dilindungi sampai saat ini, sehingga menjadikan Bali bukan hanya tujuan berwisata saja melainkan juga berwisata sambil belajar dan berwisata edukasi bagi para siswa tentang peninggalan-peninggalan masyarakat Bali terdahulu. Salah satunya adalah Candi Gunung Kawi yang berlokasi di Dusun Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Candi Gunung Kawi atau candi tebing kawi merupakan candi yang begitu unik karena candi ini dipahat dengan rapi di dinding batu cadas pada tepian sungai yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar bernama Sungai Pakerisan. Candi ini diperkirakan telah dibangun pada pertengahan abad ke-11 masehi pada masa Dinasti Udayana.
Pembangunan candi ini diperkirakan dimulai pada masa pemerintahan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (944-948 Saka/1025-1049 M) dan berakhir pada pemerintahan Raja Anak Wungsu (971-999 Saka/1049-1080 M).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana lokasi Candi Gunung Kawi?
Candi Gunung Kawi berlokasi di Dusun Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali, di tepi Sungai Pakerisan.
Berapa jumlah candi di kompleks Gunung Kawi?
Terdapat sepuluh candi yang tersebar di tiga titik: lima candi di sisi timur Sungai Pakerisan, empat candi berjejer di sisi barat, dan satu candi terpisah sekitar 200 meter dari kelompok sisi barat.
Apa yang perlu disiapkan sebelum berkunjung?
Kenakan alas kaki yang nyaman, pastikan kondisi fisik cukup baik untuk menuruni dan menaiki anak tangga yang panjang, serta bawa air minum, payung, atau topi.
Apakah Candi Gunung Kawi cocok untuk wisata keluarga atau honeymoon?
Ya, tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin memperkenalkan sejarah Bali kepada anak-anak, sekaligus cocok bagi pasangan yang menikmati paket honeymoon Bali dan mencari suasana tenang jauh dari keramaian.
