ekowisata mangrove perancak bali

Ekowisata Mangrove Perancak Bali – Lokasi dan Tiket Masuknya

Ekowisata Mangrove Perancak Bali merupakan salah satu tempat wisata di wilayah Jembrana (Bali Barat). Kali ini kami mencoba memahami dan memahami objek wisata, lokasi dan harga tiket objek wisata baru di Jembrana Bali.

Kali ini saya berangkat dari Denpasar, melalui jalur Denpasar-Gilimanuk 168 kilometer, 3 jam dengan mobil pribadi. Agak jauh, dan jika Anda memulai dari pusat pariwisata Bali, Anda hanya ingin kembali ke desa Manistutu di Jembrana, kampung halaman Anda.

Dalam perjalanan menuju Spot Ekowisata Mangrove Perak, kami tidak merasa lelah, karena di sepanjang perjalanan kami dapat menjumpai banyak tempat menarik, seperti Pantai Sokha, Pantai Yele, Objek Wisata Bunut Bolong, Pura Rambute.

Kami berhenti di pantai yeh leh, sebuah pantai di perbatasan wilayah Jembrana dan Tabanan. Pantai dengan pasir hitam berbatu yang unik ini menjadi favorit para “maniak memancing”. Selain itu, kawasan pantai yeh leh telah diatur sebagai tempat yang harus Anda singgahi sebelum mengunjungi Ekowisata Mangrove Perancak Jembrana Bali.

Sejarah Objek wisata ekowisata mangrove Jembrana Bali

Padahal, Bali memiliki banyak potensi alam sebagai objek wisata khususnya di Bali bagian barat, sehingga Pemerintah Daerah Jembrana bersama DJPRL (Direktorat Pengelolaan Ruang Laut) dan Kementerian Kelautan mencanangkan Jalur Alam wisata yang terbuat dari kayu. Berjalan melalui hutan bakau atau mangrove.

Dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem laut dan melindungi kawasan Perancak dari erosi air laut, pemerintah telah melindungi hutan mangrove ini dengan membuat konsep wisata alam yang disebut “Ekowisata Jembarana Bali”.

Suasana hijau di sepanjang hutan bakau menjadikan tempat ekowisata Bali Bali ideal sebagai tujuan liburan keluarga di Bali Barat.

Lokasi tempat wisata Ekowisata Perancak Jembrana Bali

ekowisata mangrove perancak
ekowisata mangrove perancak

Lokasinya berada di pesisir pantai Perancak, tepat di sebelah selatan pusat kota Jembrana. Jarak dari pusat kota negara ke tempat-tempat wisata sekitar 12,5 kilometer, 30 menit berkendara ke selatan melalui Pulau Jawa.

Harga tiket Ekowisata mangrove perancak Jembrana Bali

Rata-rata setiap objek wisata di Bali menerapkan sistem harga tiket yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan pengelola masing-masing tempat. Lantas berapa harga tiket atraksi ekowisata mangrove Jembrana di Bali?

Tiket sementara dalam kategori turis

  • Dewasa : 10.000/ orang
  • Anak – anak : 5.000/ orang

Meski tidak dikenakan biaya parkir saat kami tiba di objek wisata ini. Tentang Perak Ecotourism Jam buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, jika anda ingin berkunjung kesini silahkan datang pada jam buka atau jam kerja diatas.

Fasilitas yang tersedia

Karena merupakan objek wisata baru, dibuka pada pertengahan tahun 2020, fasilitas yang tersedia cukup lengkap, dengan adanya toilet untuk pengunjung, tempat cuci tangan sesuai dengan protokol kesehatan selama COVID-19, dan tempat parkir yang cukup luas. Ada juga warung-warung kecil di area tersebut yang menjual berbagai macam minuman dan makanan ringan. Jadi jika Anda haus berjalan menyusuri hutan ekowisata mangrove Perancak Jembrana Bali, Anda tidak perlu bingung.

Bagi yang ingin bermalam di kawasan mangrove, ada tempat untuk wisatawan. Karena tempat ini berdekatan dengan beberapa penginapan menarik seperti villa dan hotel melati.

Manfaat Mangrove bagi ekosistem alam dan kehidupan

Mangrove atau mangrove memiliki banyak fungsi di alam. Laut dan ekosistem di kawasan mangrove, ada beberapa manfaat dari konservasi mangrove di sini, salah satunya adalah ekosistem mangrove Perancak.

  1. Mangrove menjaga kesuburan tanah dan karena itu memberikan nutrisi bagi hewan yang hidup di daerah tersebut, seperti ikan dan kepitingSistem perakaran mangrove efisien dan kuat, melindungi tanah dari erosi air laut.
  2. Sistem perakaran mangrove efisien dan kuat, melindungi tanah dari erosi air laut.
  3. Selain untuk melindungi wilayah pesisir dari banjir, mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai penopang pemanasan air laut.
  4. Mangrove menjaga iklim yang sejuk dan nyaman bagi kehidupan dengan menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat.

 

Nah itulah inti dari atraksi ekowisata Perancak Jembrana Bali, bagi yang ingin berkunjung ke hutan bakau Perancak selalu buka selama masa Covid-19, tentunya mengutamakan keselamatan dengan mencuci tangan sesering mungkin, Jangan lupa pakai sebuah topeng.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.