← Kembali ke Blog

Monkey Forest Bali: Keajaiban Hutan Primata Ubud

Monkey Forest Bali
Daftar Isi
  1. Lokasi Monkey Forest Bali
  2. Daya Tarik dan Sejarah Monkey Forest Bali
  3. Hal-hal yang Harus Diketahui Sebelum Mengunjungi Tempat Ini
  4. Harga Tiket Masuk ke Monkey Forest Bali
  5. Waktu dan Cara Terbaik Berkunjung
  6. Pertanyaan Seputar Monkey Forest Bali

Monkey Forest Bali, atau Hutan Monyet Bali, adalah sebuah tempat magis di tengah kota seni Ubud yang memukau dengan keberagaman alam dan kehidupan primata.

Sebagai destinasi wisata yang unik, Monkey Forest Bali menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi dekat dengan kawanan monyet yang hidup bebas di dalam hutan yang rimbun.

Dengan nuansa alam yang hijau, jembatan-jembatan kayu yang menghubungkan pohon-pohon besar, dan suara riang gembira para monyet, Monkey Forest Bali menjadi magnet bagi pencinta alam dan para pelancong yang ingin merasakan keajaiban hubungan harmonis antara manusia dan satwa.

Mari meresapi keindahan Monkey Forest Bali, di mana setiap langkah memberikan sentuhan ajaib dari kehidupan primata yang memukau.

Kawanan monyet di Monkey Forest Ubud Bali
Monkey Forest Ubud — hutan suci di tengah kota seni Ubud yang menjadi habitat ratusan monyet ekor panjang.

Lokasi Monkey Forest Bali

Terletak di sebelah selatan pusat kota, tidak jauh dari jalan utama ‘Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud. Suaka margasatwa ini dapat dijangkau dari banyak tempat selain dari pusat kota Ubud.

Diantaranya, Ubud sudut timur dan kawasan Ubud selatan. Jaraknya sekitar 55 kilometer dari Kuta, sekitar 40 kilometer dari Sanur, dan sekitar 65 kilometer dari kawasan Nusa Dua.

Pada tahun 2011, sekitar 605 ekor monyet cynomolgus (Macaca fascicularis) hidup di hutan monyet Ubud. Mereka secara lokal dikenal sebagai monyet vervet di Bali. Tiga kali sehari, staf yang bertugas di taman memberi makan buah-buahan lokal seperti ubi, pepaya, jagung, dan mentimun.

Tapi demi kesehatan monyet, pengunjung dilarang memberikan makanan ringan seperti kacang-kacangan, kue, kue kering, dan roti.

Daya Tarik dan Sejarah Monkey Forest Bali

Selain monyet, Anda juga dapat menemukan 3 kuil kuno yang dibangun pada tahun 1350 di hutan ini. Ada 3 pura di Monkey Forest Ubud, yaitu Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Mata Air Suci dan Pura Prajapati.

  1. Pura Dalem Agung Padangtegal (Pura Maut Padangtegal). Disebut juga aula utama. Terletak di barat daya taman. Pura ini digunakan untuk memuja Dewa Hyang Widhi dalam titisan Siwa (Recycler atau Transformer).
  2. Kuil Beiji dibangun di barat laut kawasan hutan. Digunakan untuk memuja Tuhan dalam titisan dewi Gangga. Pemandian “Mata Air Suci”, tempat untuk pembersihan dan pemurnian mental dan fisik sebelum upacara keagamaan.
  3. Candi Prajapati. Terletak di bagian timur laut taman. Digunakan untuk menyembah Tuhan sebagai titisan Prajapati. Makam yang bersebelahan dengan candi ini menerima jasad almarhum yang dikubur sementara. Sementara itu, mereka menunggu upacara kremasi massal yang berlangsung setiap lima tahun sekali.

Pura memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat setempat. Monyet dan mitos penting dalam tradisi seni Bali.

Kawasan hutan kera disucikan oleh masyarakat setempat. Beberapa bagian ditutup untuk umum.

Area suci pura ditutup untuk semua kecuali mereka yang ingin berdoa dan mengenakan pakaian salat Bali yang pantas.

Hal-hal yang Harus Diketahui Sebelum Mengunjungi Tempat Ini

  • Jangan memakai atau membawa anting-anting, syal, kacamata. Jika ingin mengambil foto, selalu pegang erat kamera atau ponsel. Sebab, barang-barang tersebut akan menarik monyet untuk mendapatkannya.
  • Berjalanlah di jalur yang disediakan dan jangan melewati area terlarang. Hal ini membuat monyet-monyet menjadi agresif karena monyet-monyet mengira Anda memasuki wilayah mereka
  • Jangan memukul atau melukai monyet, ini akan membuat monyet lain menyerang Anda.
  • Jangan melihat wajah monyet. Karena mereka akan berpikir bahwa mereka dalam bahaya, kemungkinan besar mereka akan menyerang Anda.
  • untuk kesehatan monyet. Oleh karena itu, wisatawan dilarang memberi mereka makanan ringan seperti kacang, kue, cookies, dan roti.

Harga Tiket Masuk ke Monkey Forest Bali

Untuk memelihara kelestarian hutan dan kelangsungan hidup para monyet maka setiap pengunjung akan dikenakan tiket masuk. Harga tiket terbaru tergantung kateria umur anda

Kateria PengunjungHarga ticket masuk
DewasaRp 80.000 – Rp 100.000/orang
Anak (3 – 12 tahun)Rp 60.000 – Rp 80.000/orang

Waktu dan Cara Terbaik Berkunjung

Monkey forest ini dibuka untuk pengunjung mulai pukul 8.30 – 18.00 WIB dan memiliki layanan tiket hingga pukul 17.00 WIB. Jika Anda merencanakan wisata di Bali sendiri, cara terbaik untuk menuju ke Bali Monkey Forest di Ubud adalah dengan sepeda motor, di dalam mobil dengan sopir Anda sendiri. Berbekal dari google arah itu mudah untuk menemukan.

Tetapi jika Anda benar-benar ingin menikmati liburan Anda dengan nyaman dan aman, kami merekomendasikan transfer pribadi dengan sopir di Bali. Selain mengunjungi monkey forest, Anda bisa menggabungkan beberapa tempat menarik lainnya di Ubud, Bali.

Jika Anda bingung memilih lokasi kombinasi, Anda bisa melihat Paket Wisata Ayunan Bali yang bisa digabungkan dengan Ubud Monkey Forest sebagai salah satu tempat kunjungan terjadwal dalam satu hari.

Nah, setelah mengetahui cara, waktu dan tiketnya, kamu bisa merencanakan wisata monkey forest di Ubud, Bali. Jika Anda masih bingung tentang rencana perjalanan ke Bali, Anda selalu dapat menghubungi kami. Kami dengan senang hati membantu Anda mendapatkan liburan yang aman dan nyaman di Bali.

Pertanyaan Seputar Monkey Forest Bali

Berapa harga tiket masuk Monkey Forest Bali?

Harga tiket dewasa sekitar Rp 80.000 – Rp 100.000 per orang, sedangkan anak usia 3-12 tahun sekitar Rp 60.000 – Rp 80.000 per orang.

Jam berapa Monkey Forest buka dan tutup?

Monkey Forest buka mulai pukul 8.30 hingga 18.00 WIB, dengan layanan tiket masuk hingga pukul 17.00 WIB.

Apakah pengunjung boleh memberi makan monyet sembarangan?

Tidak boleh. Demi kesehatan monyet, pengunjung dilarang memberi makanan ringan seperti kacang-kacangan, kue, dan roti; pemberian pakan resmi dilakukan tiga kali sehari oleh staf taman.

Apa saja yang sebaiknya dihindari saat berada di dalam hutan?

Hindari memakai anting-anting, syal, atau kacamata karena bisa menarik perhatian monyet, jangan melewati jalur terlarang, dan jangan memukul atau menatap wajah monyet secara langsung.

Ditulis oleh Dina Lusy

Tim Penyusun Content & Local Specialist Kuta Bali Tour.

Rencanakan Liburan Anda

Siap Berangkat ke Bali?

Lihat paket tour siap pakai kami, atau ceritakan rencana Anda — kami bantu susunkan.

Lihat Paket Tour Kami Chat via WhatsApp
Scroll to Top