Bali selalu punya banyak pesona yang membuatnya selalu ingin berkunjung lagi dan lagi seolah tak pernah merasa bosan. Dari mulai seni tarian, destinasi wisata, sampai citarasa kulinernya, Bali punya begitu banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk mengisi masa liburan. Satu diantaranya yang cukup populer dan tak boleh dilewatkan saat jalan-jalan di Bali ialah Tari Kecak Uluwatu.

Siapa yang tak kenal dengan tarian daerah asli dari Bali ini? Jadi jangan heran jika atraksi ini selalu ditunggu-tunggu banyak wisatawan yang datang di Bali. Agar bisa lebih maksimal menikmati keindahan Tari Kecak Uluwatu, berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum menyaksikannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jam berapa sebaiknya datang untuk menonton Tari Kecak Uluwatu?
Sebaiknya datang sekitar jam 4 sore waktu setempat, karena loket tiket biasanya dibuka jam 5 sore dan antreannya cukup padat.
Apa fungsi kain ungu dan kuning yang dibagikan di Pura Uluwatu?
Kain berwarna ungu diperuntukkan bagi pengunjung yang mengenakan rok atau celana pendek, sedangkan kain jingga atau kuning untuk yang memakai celana atau rok panjang. Kain ini wajib dikenakan saat memasuki area pura.
Kenapa disarankan menyimpan barang berharga saat di Pura Uluwatu?
Karena ada monyet-monyet liar dan cerdas di kawasan pura yang senang mengambil benda berkilau seperti gadget, perhiasan, dan kacamata.
Jam berapa Tari Kecak Uluwatu mulai dipentaskan?
Pertunjukan umumnya dimulai sekitar jam 6 sore waktu setempat, bertepatan dengan momen matahari terbenam di atas tebing Pura Uluwatu.

